Rekam Jejak

When I Realized…

Cantik, putih, pintar, sholehah, baik hati, adorable. Ganteng, cerdas (IPK > 4 kalo bisa), sholeh, baik, charming. Begitu kurang lebih ya, standar jodoh idaman yang kebanyakan kita bayangkan. Kayaknya asik aja gitu punya pasangan cantik, lucu imut-imut kayak kelinci. Kayaknya keren gitu punya pasangan cakep, gagah kayak oppa-oppa korea. Eheeeey, yakin maunya yang kayak gitu?… Continue reading When I Realized…

Rekam Jejak

Menjatuhkan Hati

Aku menatap lekat wajahnya. Dia menatap balik, tersenyum bertanya. “Kenapa?” “Engga, masih berasa aneh aja.” Jawabku sambil menggeleng. “Kok gitu?” Dia tertawa, merapikan anak rambutku. “Ya aneh aja.” Ujarku sambil mengangkat bahu. *** Lelaki ini, berbulan yang lalu adalah seorang asing. Kedekatan kami tak lebih dari sekedar hubungan mentor dan mentee. Mentor yang songong dengan… Continue reading Menjatuhkan Hati

Refleksi

Yang Bernilai di Hati

“Manusia itu akan meributkan sesuatu yang memiliki nilai di hatinya.” Ujar Bapak kala itu. Dia menatap, memastikan aku sudah menangkap arah pembicaraannya atau belum. Aku diam saja. Dia melanjutkan, memberi analogi sederhana. “Misal tentang aurat. Wanita muslim yang paham bahwa aurat adalah keindahan yang sangat berharga dan harus ia jaga, akan sangat ribut saat auratnya… Continue reading Yang Bernilai di Hati

Journey

Menikah itu…

Dahulu kala, dulu sekali, kufikir pernikahan adalah penyatuan dua hati yang telah saling terjatuh. Kusangka akad adalah penghalalan gundahnya rasa yang telah lama saling merindu. Kuduga walimah adalah tentang merayakan cinta yang telah saling bertunas. Karenanya aku pernah memimpikan sebuah pernikahan yang romantis, dimana aku dan imamku sama-sama telah saling dimabuk asmara. Dimana aku adalah… Continue reading Menikah itu…