Rekam Jejak

Menjatuhkan Hati

Aku menatap lekat wajahnya. Dia menatap balik, tersenyum bertanya. “Kenapa?” “Engga, masih berasa aneh aja.” Jawabku sambil menggeleng. “Kok gitu?” Dia tertawa, merapikan anak rambutku. “Ya aneh aja.” Ujarku sambil mengangkat bahu. *** Lelaki ini, berbulan yang lalu adalah seorang asing. Kedekatan kami tak lebih dari sekedar hubungan mentor dan mentee. Mentor yang songong dengan… Continue reading Menjatuhkan Hati

Refleksi

Yang Bernilai di Hati

“Manusia itu akan meributkan sesuatu yang memiliki nilai di hatinya.” Ujar Bapak kala itu. Dia menatap, memastikan aku sudah menangkap arah pembicaraannya atau belum. Aku diam saja. Dia melanjutkan, memberi analogi sederhana. “Misal tentang aurat. Wanita muslim yang paham bahwa aurat adalah keindahan yang sangat berharga dan harus ia jaga, akan sangat ribut saat auratnya… Continue reading Yang Bernilai di Hati

Journey

Menikah itu…

Dahulu kala, dulu sekali, kufikir pernikahan adalah penyatuan dua hati yang telah saling terjatuh. Kusangka akad adalah penghalalan gundahnya rasa yang telah lama saling merindu. Kuduga walimah adalah tentang merayakan cinta yang telah saling bertunas. Karenanya aku pernah memimpikan sebuah pernikahan yang romantis, dimana aku dan imamku sama-sama telah saling dimabuk asmara. Dimana aku adalah… Continue reading Menikah itu…

Journey

Road to Marriage

Anggukan kepala atas sebuah ajakan menikah tidaklah se-ringan seperti mengiyakan ajakan jalan, main, makan, dan lainnya. Semua orang tentu tahu, keputusan menikah merupakan keputusan besar yang sudah pasti harus didasari kesiapan untuk melangkah menyusuri perjalanan panjang. Bukan setahun dua tahun, tapi (pasti semua orang ingin) selama waktu yang Allah izinkan hidup di dunia, pun berlanjut… Continue reading Road to Marriage